Dusun Ujung Batu Liang Pasca Gempa Maluku
Dusun Ujung Batu Liang Pasca Gempa Maluku

Tanggal 26 September 2019, pagi yang cerah menyelimuti langit Maluku. Indahnya pagi kala itu ternyata tidak mengisyaratkan hari yang baik hingga matahari di atas kepala. Tepat pukul 14.15 WIT siang itu, masyarakat berhamburan lari keluar, meninggalkan rumah mereka.

Rumah yang menjadi pelindung dari panas dan hujan, rumah yang menjadi tempat peristirahatan, sekejap berubah menjadi ancaman. Gempa dahsyat dengan kekuatan 6,8 magnitudo hari itu, menghantam dan meluluhlantahkan ebumi raja-raja, seketika ibu pertiwipun menangis.

Semua aktifitas warga lumpuh total, bangunam dan perumahan warga di desa Liang, Tulehu, Ambon hingga ke Kabupaten Seram Bagian Barat, tak mampu menahan kekuatan gerakan bumi, walaupun hanya berlangsung selama beberapa detik saja. Belum lagi, ada masyarakat yang tertimpa reruntuhan bangunan. Kesedihan, kegelisahan menyelimuti warga, bingung dan ingin mengadu tapi tak tau kemana, hanya pertolangan sang khaliklah yang mampu menenangkan hati warga dan alam kala itu.
Baca juga : 6 Spot Fotografi Kota Masohi Terbaik Keren Paling Hits
Gempa dahsyat itu, sekejap mata menciptakan ribuan pengungsi, yang hingga hari ini belum berani menghuni rumah mereka. Kerugian materi juga korban nyawa, membuat masyarakat Maluku mengalami trauma yang amat dalam. Belum lagi hingga saat ini, masih terjadi gempa susulan yang berskala kecil dari 3 magnitudo sampai 5.14 magnitudo dan hingga hari ini sudah berjumlah 1.516 kali gempa susulan, bagaimana mungkin masyarakat memiliki keberanian untuk menempati rumah mereka kembali, yang hampir sebagian besar sudah mengalami keretakan.

Beberapa lokasi yang paling parah terkena dampak adalah kecamataan Salahutu yakni desa Liang, Tulehu, Suli, dan desa Wai serta dusun Ujung Batu. Beberapa lokasi sempat saya kunjungi, namun sebagian kecil saja yang sempat saya dokumentasikan, satu diantaranya dusun Ujung Batu yang merupakan petuanan dari desa Wai.

Dusun Ujung Batu sendiri, belum separah desa liang dan kairatu Kabupaten SBB, jika dilihat dari jumlah rumah yang rusak. Namun sebagian besar rumah di dusun ini mengalami keretakan dan kerusakan parah, rumah yg rusak parah hampir sebagian besar rata dengan tanah. Dusun yang memiliki kurang lebih 100 KK ini, memiliki trauma yang luar biasa. Untuk memulihkan kondisi psikologi, warga masyarakat dusun Batu sangat memerlukan uluran tangan pemerintah daerah dan semua instansi terkait.

Berapa yang sudah terjun langsung ke dusun Ujung Batu salah satunya adalah dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tengah. Warga Ujung Batu saat ini telah dilanda keputusasaan, rasa tak berdaya dan depresi, menjadi problem serius saat ini di dusun tersebut. Gangguan kejiwaan pasti terjadi pasca bencana adalah hal yang lazim, di tengah bencana dan sesudahnya, disitulah intervensi dibutuhkan apabila stres warga tak kunjung hilang.
Baca Juga : Wisata Religi Kemenag Maluku Tengah Di Pulau Tujuh
Dengan alasan tersebut banyak lembaga-lembaga dan instansi pemerintah melakukan gerak cepat, untuk hadir dengan program konseling lewat trauma healing, dan juga penyaluran bantuan lainnya. Warga dusun Ujung Batu menyampaikan terima kasih kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tengah  khususnya kepala kantor bapak Hanafi Rumatiga yang telah menyempatkan hadir guna memulihkan kondisi psikis saudara-saudara kita di Maluku yang langsung terkena dampak dan terkhusus kami di dusun Ujung Batu, bukan hanya itu bantuan mereka berupa makanan dan pakaian layak pakai telah sedikit mengurangi beban merek.