Letusan Gunung Api Banda Neira dan Petani Salak Seram Utara
Letusan Gunung Api Banda Neira dan Petani Salak Seram Utara

Gunung Api Banda Neira dan Petani Salak Seram Utara- Hari ini hujan mengguyur Seti yang merupakan salah satu desa yang berlokasi di kecamatan Seram Utara Timur Seti. Kecamatan tersebut letaknya di Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku. Desa seti tepatnya di kelurahan suakarsa. Suakarsa-nya bukan di Jawa ya sob, kali ini suakarsa-nya berada di Maluku. 

Pemerintah lewat program transmigrasi menyediakan daerah transmigrasi dengan tujuan mengurangi kepadatan penduduk di lokasi perkotaan. Salah satu Kecamatan yang berada di Maluku tepatnya di kecamatan seram utara timur seti merupakan salah satu daerah trans yang dihuni oleh masyarakat yang kebanyakan berasal dari Indonesia bagian barat, dan beberapa dari suku lain, jadi nuansanya agak kejawa-jawaan juga disana. 

Sekalipun desa seti hari ini diguyur hujan, tidak membuat rencana mencari oleh-oleh saya dan teman-teman, kami batalkan. Untuk ketahuan sahabat omgeri, di desa Seti, sangat terkenal dengan buah-buahannya yang gurih.  Buah-buahan yang banyak diminati warga setempat dan sering juga dijadikan sebagai bekal atau oleh-oleh bagi warga yang berkunjung ke desa tersebut. Buah-buahan yang terkenal di kecamatan tersebut antara lain buah semangka, buah naga, buah salak, jeruk manis dan masih banyak lagi lainnya.
Tulisan Maluku Lainnya : Dimana Provinsi Maluku dan Berada Di Pulau Apa?
Di desa seti ada salah satu warga yang bernama Bapak La Uli. Pekerjaan sehari-hari bapak La Uli sebagi petani salak di desa seti. Bapak La Uli adalah pelaut yang awalnya berdomisili di Negeri Banda Naira, pada tahun 1988 saat terjadinya letusan gunung api di Banda Neira, memilih untuk mengungsi ke Kecamatan Seram Utara Timur Seti tepatnya di kelurahan suakarsa.

Bapak La Uli dulunya berprovesi sebagai pelaut dan pedagang ikan garam banda neira, yang kesehariannya mencari peruntukan di laut untuk mencari ikan, beliau juga sering menjual ikan garam di semua negeri-negeri yang ada di Maluku. Ikan garam banda Neira buatan Bapak La Uli sering di jual ke negeri-negeri yang ada di pulau ambon, pulau seram, saparua, nusalaut dan daerah-daerah lain yang ada di Maluku.

Letusan Gunung Api Banda Neira dan Petani Salak Seram Utara
Buah Salak yang Siap Dipanen

Namun setelah letusan gunung api Bapak La Uli akhirnya memilih mengungsi ke desa seti. Bapak La Uli akhirnya mencoba untuk beralih provesi menjadi petani salak di Kecamatan Seram Utara Timur Seti di Kelurahan Suakarsa. 

Setelah bertanya-tanya ke warga seti untuk mencari buah salak, saya dan teman-teman di ajak warga untuk berkunjung ke kebun salak bapak la uli untuk membeli buah salaknya. sesampainya di kebun salak bapak la uli, ternyata memang benar salak bapak la uli beda dengan salak-salak yang ada di desa tersebut, buah salak bapak la uli sangat manis dan gurih.. Setelah berbincang-bincang bapak la uli juga mengajak kami ke lokasi kebun salaknya yang berada tak jauh dari rumahnya. Beliau juga menyuruh kami untuk mencoba memetik dan mencicipi buah salak langsung di dipohonnya.
Tulisan Maluku Lainnya : Upacara HUT Kota di Maluku Pakai Parang Sungguhan
Kebun salak milik bapak la uli biasa dipanen seminggu dua kali, dan kebun salak bapak la uli sudah terkenal, tutur bapak la uli. Harga per kilo buah salak di jual bapak la uli dengan harga 15.000/kg. Harga yang murah dan pelayanan bapak la uli yang ramah membuat kami nyaman dan menikmati buah salak walaupun dengan kondisi hujan. 

Akhirnya perjalanan kami hari ini berakhir dengan membawa pulang salak warga banda rasa seram utara. Terima kasih Bapak La Uli sampai berjumpa kembali semoga sukses dengan kebun salaknya pak.